Translate To your Languange

EnglishFrenchGermanRussianSpainItalianDutchPortugueseJapaneseKoreanArabicChinese Simplified

Jumat, 19 Agustus 2011

Pemerintah Amerika Pinjam Uang ke Apple

Wih Amerika bangkrut,hehe




Kabar Apple membantu Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatasi krisis keuangan kian mengemuka. Menurut guru besar ekonomi bisnis Universitas Columbia, Laurie Simon, bantuan yang bakal dikucurkan industri kaya ini disertai dengan bunga pinjaman yang tinggi.

Saat ini Apple memiliki dana tunai sebesar US$ 76 miliar. Dana itu lebih besar dari kocek yang dimiliki Pemerintah AS sekitar US$ 74 miliar. Selain pinjaman ke swasta, pemerintah sedang berusaha mendapat persetujuan untuk menaikkan batas utangnya.

Menurut Simon, alasan Apple menjaga dana jumbonya ini sering dihubungkan dengan kekhawatiran stabilitas keuangan pemerintah. Salah satunya agar perusahaan Amerika itu memiliki fleksibilitas keuangan. "Terutama di saat ketidakpastian tinggi ini," ucap Simon.

Chief Executive Apple Steve Jobs mengatakan rencana pemerintah meminjam dana dari Apple masih belum pasti. Meski begitu, rencana tersebut juga bukan pertama kalinya Pemerintah AS meminta bantuan dari industri kaya.

Pada pertengahan 1890 pemerintah pernah meminta bantuan swasta untuk mengatasi krisis keuangan negara itu. Saat itu Kementerian Keuangan dalam keadaan hampir bangkrut dan investor menjerit. Mereka mendesak agar pemerintah mengumpulkan cadangan emas yang dimiliki.

Dengan hanya beberapa pilihan tersisa, Presiden Grover Cleveland saat itu menemui investor, John Pierpoint Morgan, yang menyiapkan modal senilai US$ 600 juta dalam bentuk emas. Jika disesuaikan dengan nilai inflasi, angkanya saat ini bisa mencapai US$ 51 miliar.

"Fakta Morgan menjadi pemodal untuk membayar utang pemerintah saat itu telah diapresiasi pasar," kata sejarawan HW Brands dalam tulisannya, The Upside-Down Bailout. "Selang beberapa hari kemudian kondisi keuangan menjadi stabil dan beberapa pekan kemudian nilai tukar dolar AS kembali aman.

Dengan nilai pasar US$ 362 miliar, Apple saat ini merupakan perusahaan terbesar kedua di dunia setelah ExxonMobil (US$ 395 miliar). Memang terlihat besar diukur dari standar apa pun, tapi tetap jauh lebih kecil ketimbang Pemerintah AS yang membelanjakan US$ 3,8 triliun per tahun, atau sepuluh kali lipat dari nilai Apple tersebut. (tempo)

0 komentar:

Posting Komentar

AIO SEARCH DOWNLOAD BOX

Loading

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls